Jiwaku berkata padaku dan menasihatiku .. ?!? ..
Agar aku mencintai semua orang yang membenciku,
Dan berteman dengan mereka yang memfitnahku.
Jiwaku menasihatiku dan mengungkapkan kepadaku
Bahwa cinta tidak hanya menghargai orang yang mencintai,
Tetapi juga orang yang dicintai ..
Sejak saat itu ..
Bagiku cinta ibarat jaring labah-labah di antara dua bunga.
Tempatnya begitu dekat satu sama lain.
Tapi kini .. !?! ..
Dia menjadi suatu lingkaran cahaya di sekeliling matahari.
Yang tiada berawal pun tiada berakhir.
Melingkari semua yang ada ..
Dan terus semakin bertambah secara kekal.
Jiwaku menasihatiku dan mengajarku ..
Agar aku melihat kecantikan yang ada
Dengan sebalik bentuk dan warna.
Jiwaku memintaku .. !?! ..
Untuk menatap semua yang buruk dengan tabah.
Sampai yang aku lihat menampakan keelokannya.
Sesungguhnya sebelum jiwaku meminta dan menasihatiku.
Aku melihat keindahan seperti titik api yang tergulung asap.
Tapi sekarang asap itu telah tersebar dan menghilang.
Dan sekarang aku hanya melihat api yang membakar.
Jiwaku menasihatiku dan memintaku ..
Untuk mendengar suara ..
Yang keluar bukan dari lidah maupun dari tenggorokan.
Tapi alunannya bisa menggetarkan jiwa ..
Karena sebelumnya .. !?! ..
Di telingaku yang bodoh dan sia-sia ini.
Aku hanya mendengar teriakan dan jeritan ..
Tapi sekarang .. !?! ..
Aku belajar mendengar nada keheningan.
Yang bergema dan melantunkan lagu dari zaman ke zaman.
Menyanyikan nada langit ..
Dan menyingkap tabir rahasia keabadiaan..
Jiwaku berkata padaku dan menasihatiku ..
Agar aku bias memuaskan kehausanku ..
Dengan meminum anggur ..
Yang tak dituangkan ke dalam cangkir-cangkir,
Yang belum terangkat oleh tangan ..
Dan tak tersentuh oleh bibir ..
Hingga hari itu kehausanku .. !?! ..
Seperti nyala redup yang terkubur dalam abu.
Tertiup angin dingin dari musim-musim bunga.
Tapi sekarang kerinduan menjadi cangkirku.
Cinta menjadi anggurku ..
Dan kesendirian adalah kebahagianku.
Jiwaku menasihatiku dan memintaku ..
Agar aku mencari apa yang tak dapat dilihat.
Agar aku menemukan apa yang tak dapat aku raba ..
Dan jiwaku menyingkapkan kepadaku ..
Bahwa apa yang kita sentuh adalah apa yang kita impikan.
Jiwaku mengatakan padaku dan mengundangku ..
Untuk menghirup harum tumbuhan ..
Yang tak memiliki akar ..
Tak memiliki tangkai maupun bunga ..
Dan yang tak pernah dapat dilihat mata.
Sebelum jiwaku menasihati ..
Aku mencari bau harum dalam kebun-kebun.
Dalam botol minyak wangi ..
Diantara tumbuhan-tumbuhan dan bejana dupa.
Tapi sekarang baru aku sadari ..
Keharuman itu hanya ada pada dupa yang tak dibakar.
Aku mencium udara lebih harum ..
Dari semua kebun-kebun di dunia ini ..
Dan semua angin di angkasa raya.
Jiwaku menasihatiku dan memintaku ..
Agar aku tidak merasa mulia kerana pujian.
Dan agar tidak disusahkan oleh ketakutan kerana cacian.
Sampai hari ini aku berasa ragu akan nilai pekerjaanku.
Tapi sekarang aku belajar .. !?! ..
Bahwa pohon berbunga di musim bunga ..
Dan berbuah di musim panas
Dan menggugurkan daun-daunnya di musim gugur ..
Untuk menjadi benar-benar telanjang di musim dingin.
Tanpa merasa mulia dan tanpa ketakutan atau tanpa rasa malu.
Jiwaku menasihatiku dan meyakinkanku ..
Bahwa aku tak lebih tinggi ..
Berbanding cebol ..
Ataupun tak lebih rendah
Berbanding dengan raksasa.
Sebelumnya aku melihat manusia ada dua,
Seorang yang lemah yang aku caci ..
Ataupun yang aku kasihani,
Dan seorang yang kuat yang kuikuti.
Maupun yang aku lawan dalam pemberontakan.
Tapi sekarang aku tahu ..
Bahwa aku bahkan dibentuk oleh tanah.
Yang sama darimana semua manusia diciptakan.
Bahwa unsur-unsurku adalah unsur-unsur mereka ..
Dan pengembaraan mereka adalah juga milikku.
Bila mereka melanggar aku juga pelanggar,
Dan bila mereka berbuat baik ..
Maka aku juga bersama perbuatan baik mereka.
Bila mereka bangkit ..
Aku juga bangkit bersama mereka ..
Bila mereka tinggal di belakang ..
Aku juga menemani mereka.
Agar aku mencintai semua orang yang membenciku,
Dan berteman dengan mereka yang memfitnahku.
Jiwaku menasihatiku dan mengungkapkan kepadaku
Bahwa cinta tidak hanya menghargai orang yang mencintai,
Tetapi juga orang yang dicintai ..
Sejak saat itu ..
Bagiku cinta ibarat jaring labah-labah di antara dua bunga.
Tempatnya begitu dekat satu sama lain.
Tapi kini .. !?! ..
Dia menjadi suatu lingkaran cahaya di sekeliling matahari.
Yang tiada berawal pun tiada berakhir.
Melingkari semua yang ada ..
Dan terus semakin bertambah secara kekal.
Jiwaku menasihatiku dan mengajarku ..
Agar aku melihat kecantikan yang ada
Dengan sebalik bentuk dan warna.
Jiwaku memintaku .. !?! ..
Untuk menatap semua yang buruk dengan tabah.
Sampai yang aku lihat menampakan keelokannya.
Sesungguhnya sebelum jiwaku meminta dan menasihatiku.
Aku melihat keindahan seperti titik api yang tergulung asap.
Tapi sekarang asap itu telah tersebar dan menghilang.
Dan sekarang aku hanya melihat api yang membakar.
Jiwaku menasihatiku dan memintaku ..
Untuk mendengar suara ..
Yang keluar bukan dari lidah maupun dari tenggorokan.
Tapi alunannya bisa menggetarkan jiwa ..
Karena sebelumnya .. !?! ..
Di telingaku yang bodoh dan sia-sia ini.
Aku hanya mendengar teriakan dan jeritan ..
Tapi sekarang .. !?! ..
Aku belajar mendengar nada keheningan.
Yang bergema dan melantunkan lagu dari zaman ke zaman.
Menyanyikan nada langit ..
Dan menyingkap tabir rahasia keabadiaan..
Jiwaku berkata padaku dan menasihatiku ..
Agar aku bias memuaskan kehausanku ..
Dengan meminum anggur ..
Yang tak dituangkan ke dalam cangkir-cangkir,
Yang belum terangkat oleh tangan ..
Dan tak tersentuh oleh bibir ..
Hingga hari itu kehausanku .. !?! ..
Seperti nyala redup yang terkubur dalam abu.
Tertiup angin dingin dari musim-musim bunga.
Tapi sekarang kerinduan menjadi cangkirku.
Cinta menjadi anggurku ..
Dan kesendirian adalah kebahagianku.
Jiwaku menasihatiku dan memintaku ..
Agar aku mencari apa yang tak dapat dilihat.
Agar aku menemukan apa yang tak dapat aku raba ..
Dan jiwaku menyingkapkan kepadaku ..
Bahwa apa yang kita sentuh adalah apa yang kita impikan.
Jiwaku mengatakan padaku dan mengundangku ..
Untuk menghirup harum tumbuhan ..
Yang tak memiliki akar ..
Tak memiliki tangkai maupun bunga ..
Dan yang tak pernah dapat dilihat mata.
Sebelum jiwaku menasihati ..
Aku mencari bau harum dalam kebun-kebun.
Dalam botol minyak wangi ..
Diantara tumbuhan-tumbuhan dan bejana dupa.
Tapi sekarang baru aku sadari ..
Keharuman itu hanya ada pada dupa yang tak dibakar.
Aku mencium udara lebih harum ..
Dari semua kebun-kebun di dunia ini ..
Dan semua angin di angkasa raya.
Jiwaku menasihatiku dan memintaku ..
Agar aku tidak merasa mulia kerana pujian.
Dan agar tidak disusahkan oleh ketakutan kerana cacian.
Sampai hari ini aku berasa ragu akan nilai pekerjaanku.
Tapi sekarang aku belajar .. !?! ..
Bahwa pohon berbunga di musim bunga ..
Dan berbuah di musim panas
Dan menggugurkan daun-daunnya di musim gugur ..
Untuk menjadi benar-benar telanjang di musim dingin.
Tanpa merasa mulia dan tanpa ketakutan atau tanpa rasa malu.
Jiwaku menasihatiku dan meyakinkanku ..
Bahwa aku tak lebih tinggi ..
Berbanding cebol ..
Ataupun tak lebih rendah
Berbanding dengan raksasa.
Sebelumnya aku melihat manusia ada dua,
Seorang yang lemah yang aku caci ..
Ataupun yang aku kasihani,
Dan seorang yang kuat yang kuikuti.
Maupun yang aku lawan dalam pemberontakan.
Tapi sekarang aku tahu ..
Bahwa aku bahkan dibentuk oleh tanah.
Yang sama darimana semua manusia diciptakan.
Bahwa unsur-unsurku adalah unsur-unsur mereka ..
Dan pengembaraan mereka adalah juga milikku.
Bila mereka melanggar aku juga pelanggar,
Dan bila mereka berbuat baik ..
Maka aku juga bersama perbuatan baik mereka.
Bila mereka bangkit ..
Aku juga bangkit bersama mereka ..
Bila mereka tinggal di belakang ..
Aku juga menemani mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar